Hutan Konservasi Gunung Permisan (3/6)

Sub Title: 
Hutan Konservasi Gunung Permisan

Kawasan ini seluruhnya berada Kabupaten Bangka Selatan, secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Simpang Rimba yang meliputi/memangku beberapa desa yaitu Desa-Desa Simpang Rimba, Sebagin, Nanyu, Gudang, Jelutung, Ranggung, Nadung dan Desa Payung. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan hutan sejak masa Pemerintah Hindia – Belanda melalui penetapan Register yaitu Register 43, yang dilanjutkan melalui Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan penunjukan kawasan hutan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. SK 410/Kpts-II/1986 sebagai kawasan hutan lindung.

Berdasarkan penunjukan kawasan tersebut, telah dilakukan penataan batas pada tahun 1990 an, namun dokumen Berita Acara Tata Batas pada lokasi tersebut belum diketahui dan belum dilakukan penelusuran ke Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan. Namun demikian, berdasarkan penunjukan kawasan hutan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  sesuai SK Menteri Kehutanan No. 357/Menhut-II/2004, kawasan ini tetap ditunjuk sebagai kawasan hutan hanya berubah status menjadi kawasan hutan konservasi. Hingga saat ini (Mei 2012), belum pernah dilakukan kajian oleh Kementerian Kehutanan mengenai kelayakan sebagai kawasan konservasi maupun penetapan bentuk pengelolaan lebih lanjut.

Sebagaimana kawasan HK. G. Mangkol, kawasan HK. Permisan, juga merupakan areal dengan nilai penting dan fungsi yang cukup tinggi yakni sebagai catchment area  di Kabupaten Bangka Selatan khususnya pada areal di sekitar kawasan tersebut.  Sebagai areal yang menjadi lokasi perlindungan tata air dan tanah (hidro-orologis), gangguan terhadap kawasan tersebut tidak separah pada areal lainnya. Namun demikian, tetap ditemukan kegiatan illegal logging dan utamanya perambahan kawasan hutan untuk menjadi kebun-kebun masyarakat dengan komoditas utama tanaman karet dan sebagian kecil tanaman sawit.Adapun potensi flora fauna lainnya di kawasan ini belum dilakukan survey/kajian lebih mendalam.

Dengan potensi sebagai perlindungan tata air dan tanah, sebagian besar masyarakat desa-desa yang memangku kawasan ini, memanfaatkan sumber air dari kawasan ini dan menyambungkannya dengan pipa-pipa ke pemukiman masyarakat. Pemanfaatan sumber air oleh masyarakat ini sebagian difasilitasi bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan namun sebagian besar lainnya justru merupakan kegiatan mandiri yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Berikut data-data umum mengenai biofisik pada kawasan hutan Gunung Permisan (sebagian menggunakan data Citra Satelit akuisisi tahun 2009, Dishutprov)

No.

Jenis Data

Uraian

1.

Luas (Ha)

1.712

2.

Tanggal BATB

-        (areal Register 43)

3.

Tanggal Pengesahan Tata Batas

-

4.

Penetapan Kawasan

-

5.

Kelerengan

8 – 40%

6.

Jenis Tanah

Latosol

7.

Curah Hujan

2750 mm / tahun

8.

Kepekaan Tanah

Agak  Peka

9.

DAS-Sub DAS

Bangkakota, Bakung, Kabal, Balar

10.

Penutupan Lahan

Hutan sekunder (34,98%), semak belukar (63,54%) dan pemukiman (1,48%)

 

Penulis: 
Web Admin
Sumber: 
Seksi Konservasi dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan