Hutan Konservasi Gunung Lalang (6/6)

Sub Title: 
Hutan Konservasi Gunung Lalang

Kawasan hutan konservasi Gunung Lalang seluruhnya berada di Kabupaten Belitung. Secara administratif, kawasan ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanjungpandan dengan desa-desa yang memangku kawasan tersebut yaitu Desa-Desa Perawas, Air Merbau dan Buluh Tumbang. Areal dengan luas sekitar 2.591 Ha ini memiliki topografi yang sedang dengan kelerengan sekitar 8 – 25%, tidak terlalu berbukit sebagaimana kawasan konservasi perbukitan lain yang ada di Pulau Bangka.

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, kawasan ini termasuk dalam kawasan hutan yang masuk dalam wilayah Register 16. Dengan adanya Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) tahun 1986 serta penunjukan kawasan hutan provinsi Sumatera Selatan sesuai SK Menteri Kehutanan No. SK. 410/Kpts-II/1986, kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan hutan lindung. Pada saat paduserasi tata ruang tahun 2004, kawasan ini ditunjuk menjadi kawasan hutan konservasi sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No. 357/Menhut-II/2004.

Lokasi ini, secara umum berdasarkan informasi yang ada, tidak memiliki potensi khas baik flora maupun fauna, namun sebagian masih merupakan hutan sekunder dengan jenis-jenis hutan kayu rimba campuran yang umum ditemui di Pulau Belitung. Sebenarnya untuk Pulau Belitung, terdapat beberapa kawasan hutan yang lebih menonjol untuk diusulkan sebagai kawasan konservasi misalnya hutan gunung tajam. Beberapa pertimbangan usulan sebagai kawasan konservasi, pada saat itu, kawasan Gunung Lalang merupakan kawasan hutan yang aksesnya paling dekat dengan kota Tanjungpandan sehingga dengan diusulkan sebagai kawasan konservasi, nantinya akan diarahkan sebagai Tahura sehingga lebih mudah dalam pengelolaan maupun akses sebagai lokasi wisata pendidikan. Namun demikian, hingga saat ini (Mei 2012), belum ada kajian atau telaah lebih lanjut oleh Kementerian Kehutanan terkait layak / tidaknya areal ini sebagai kawasan konservasi serta penetapan pengelolaan lebih lanjut.

Berikut data-data umum mengenai biofisik pada kawasan hutan Gunung Lalang   (sebagian menggunakan data Citra Satelit akuisisi tahun 2009)

No.

Jenis Data

Uraian

1.

Luas (Ha)

2.591

2.

Tanggal BATB

27 Februari 1993

3.

Tanggal Pengesahan Tata Batas

16 Mei 1995

4.

Penetapan Kawasan

16 Mei 1995 dengan SK Menhut No. 258/Kpts-II/1995

5.

Kelerengan

8 - 25 %

6.

Jenis Tanah

Latosol, aluvial, serta daerah pertambangan dan penimbunan limbah

7.

Curah Hujan

3250 mm / tahun

8.

Kepekaan Tanah

Tidak peka s/d agak peka

9.

DAS-Sub DAS

Cerucuk

10.

Penutupan Lahan

Hutan sekunder (43,96%), pemukiman(1,29%), pertanian lahan kering campur (53,23%) serta pertambangan (1,51%)

Berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2009 terhadap kondisi tutupan lahan / vegetasi pada kawasan hutan konservasi pada  6 (enam) lokasi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, maka luas masing-masing tipologi jenis tutupan lahan adalah sebagaimana rekapitulasi di bawah ini.

a.   Badan Sungai                         : 806,7 Ha

b.   Belukar Rawa                        : 744,91 Ha

c.   Hutan mangrove primer          : 272,70 Ha

d.   Hutan mangrove sekunder      : 2.923,46 Ha

e.   Hutan rawa primer                  : 2.759,39 Ha

f.    Hutan Sekunder                      : 7.001,14 Ha

g.   Perkebunan                             :  155,17 Ha

h.   Pemukiman                             :    325,74 Ha

i.    Pertambangan                         : 1.187,40 Ha

j.    Pertanian lahan kering             :    488,61 Ha

k.   Pertanian lahan kering campur            : 12. 146,57 Ha

l.     Semak belukar                                        :   8. 952,02 Ha

m.   Tanah Terbuka                                      :   356,65 Ha

Penulis: 
Web Admin
Sumber: 
Seksi Konservasi dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan