Dua Kukang dan Trenggiling Dilepasliarkan di Kawasan Hutan Bangka Selatan

Alobi Foundation Bangka Belitung bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Babel, Dishut Provinsi Babel, Satgas Pramuka dan Pokdarwis Desa Gudang sudah melepasliarkan satwaliar di kawasan hutan Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (11/11/2020).

Satwaliar yang dilepasliarkan berjumlah empat ekor meliputi dua ekor kukang dan dua ekor trenggiling.

Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani mengatakan kondisi kedua satwa liar ini dalam kondisi baik saat dilepasliarkan.

"Kondisi kukang sudah sangat baik secara fisik dan karakternya karena sudah menjalani masa rehabilitas kurang lebih lima bulan di Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Babel dan Insya Allah dinyatakan sudah siap untuk dilepasliarkan," ujar Langka saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (12/11/2020).

Sementara, satwaliar trenggiling beserta anaknya memang baru diselamatkan beberapa hari yang lalu dari pengaduan masyarakat.

"Trenggiling yang pada hari itu juga dievakuasi BKSDA dan dikarantina kita selama beberapa hari karena menimbang dia masih fresh dari alam jadi segera kita ambil langkah pelepasliaran," jelas Langka.

Tim Satgas TSL Babel menuju ke lokasi kurang lebih memakan waktu dua jam perjalan dari titik kumpul di Mabes Alobi Babel.

"Alhamdulillah kemarin berjalan lancar, tetapi sempat ada Insiden ads satu anggota kita tergigit oleh kukang saat memindahkan kukang ke dalam kandang, kemudian transit dan sempat dilarikan kerumah sakit. Syukurlah, Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah membaik," kata Langka.

Tak hanya melepasliarkan, Tim juga sempat berkesempatan melakukan sosialisasi di Kantor Desa Gudang bersama Aparatur desa dan Masyarakat setempat untuk bekerja sama menjaga satwaliar di lokasi pelepasliaran.

"Semoga apa yang telah di perjuangkan semua tim dapat mengembalikan populasi satwaliar Babel, yang memang sekarang ini populasi satwaliar kita sudah sangat memprihatinkan dan menyadarkan kita semua. Bahwa Satwaliar merupakan warisan alam untuk anak cucu kita yang harus kita jaga kelestariannya," tegas Langka.

Sumber: 
bangkapos.com
Penulis: 
Cici Nasya Nita
Editor: 
Khamelia
Bidang Informasi: 
DINHUT