Junjung Hidup Alternatif Terbaik Petani Lada

Penyak – Tak sedikit masyarakat Bangka Belitung sudah meninggalkan sektor pertambangan dan kembali menggarap perkebunan, terutama perkebunan lada dan karet. Namun kendala kerapkali ditemui petani, terutama mengenai sulitnya mendapatkan junjung berkualitas dan murahnya harga jual karet.

Erzaldi Bupati Bangka Tengah mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa menaikan harga karet, karena harga karet ditentukan harga pasar dunia. Sedangkan untuk junjung lada, disarankan masyarakat petani menggunakan junjung hidup. Junjung jenis ini sudah digunakan petani di daerah Namang.

“Desa Namang akan dijadikan area kawasan penelitian pertanian, perkebunan, peternakan di Kabupaten Bangka Tengah,” jelas saat temu wicara dalam rangka meningkatkan sinergis pembangunann pertanian, perikanan dan perkebunan, di kebun buah naga, Desa Penyak, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (21/4/2015).

Lebih jauh ia menjelaskan, Desa Namang dijadikan sebagai tempat belajar bercocok tanam cabe, karet, buah naga dan lada. Rencananya bulan depan akan ada kerja sama dengan Batan untuk mengatasi penyakit kuning tanaman lada, mempercepat pertumbuhan dan menyehatkan tanaman. Selain mengembangkan pitosan yang membantu pertumbuhan tanaman, jelasnya, Batan juga mengeluarkan produk berupa jelly berfungsi menyerap air.

Sehingga jika musim kemarau, tanaman tidak mati. Karena jelly tersebut memenuhi kebutuhan air bagi tanaman, dan cukup disiram seminggu sekali. Petani sulit untuk menggunakan sistem pembekuan karet menggunakan cuka. Ia menjelaskan, sebab selama ini masih banyak petani menggunakan cara lama untuk membekukan karet, dan ini membuat harga karet menjadi turun.

“Pembekuan karet menggunakan cuka hanya berkembang di Desa Pinang Sebatang dan Keretak. Petani harus bersabar, harga karet murah juga disebabkan banyaknya bahan sintetis dijual di pasaran dengan harga murah,” ungkapnya.

Sebelumnya Ermanto petani Gapoktan Pinang Sebatang mengharapkan agar pemerintah memperhatikan peningkatan mutu karet, sehingga dapat meningkatkan harga jual karet. Selain itu dapat memberikan penghargaan prestasi bagi kepada petani penemu.

Hal senada disampaikan Ujang petani Gapoktan Karya Tani Simpang Perlang Koba. Lebih jauh ia menjelaskan, petani lada mengalami kendala junjung lada yang semakin sulit didapatkan. Untuk itu diharapkan pemerintah dapat memberi bantuan berupa junjung hidup. Sehingga produksi tanaman lada dapat lebih ditingkatkan.

“Pemda diharapkan membuat kelompok junjung hidup. Radio pemda juga harus lebih aktif mempublikasikan dan menginformasikan tentang pertanian, peternakan dan perikanan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Hibson Effendi Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, kelompok tani dapat melakukan pertemuan dua minggu sekali di kecamatan, dan penyuluh akan memberikan materi di lapangan untuk menaikan mutu karet.

“Gapoktan dapat membentuk koperasi, sehingga dapat meningkatkan harga jual,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Chandra
Editor: 
Huzari