KERAGAMAN GENETIK AQUILARIA MALACCENSIS DARI BANGKA BARAT DAN IMPLIKASINYA UNTUK PENGELOLAAN TEGAKAN BENIH

ABSTRAK
Aquilaria malaccensis (gaharu) merupakan jenis asli Indonesia, jenis ini menghasilkan wewangian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman dan struktur genetik A. malaccensis dalam rangka pengelolaan tegakan benih agar menghasilkan benih/bibit yang berkualitas dan berkuantitas. Sampel daun untuk sampel DNA berasal dari 3 populasi di Bangka Barat yaitu Air Gantang, Pelangas, dan Simpang Gong. Amplifikasi 14 penanda RAPD dikonfirmasi, dan 42 sampel DNA A. malaccensis dianalisis menggunakan penanda RAPD. Parameter keragaman genetik didalam populasi parameter yaitu alel privat (PA) dan heterozigositas harapan (HE) dihitung menggunakan perangkat lunak GeneAlex. Parameter struktur genetik yaitu jarak genetik (Da), analisis varian molekul (AMOVA), dan analisis pohon populasi dihitung menggunakan software GeneAlex dan PopTrew. Sebelas dari 14 penanda RAPD menghasilkan 104 alel yang stabil dan polimorfik; PA ditemukan di Air Gantang dan Pelangas, masing-masing 1 dan 2 alel. HE berkisar antara 0,133 (Simpang Gong) dan 0,328 (Pelangas). Da bernilai sedang (0,099). AMOVA menunjukkan keragaman genetik yang signifikan antar populasi (14%). Analisis pohon populasi menunjukkan bahwa 3 populasi tersebut terbagi menjadi dua kelompok dengan nilai boostrap tinggi, sesuai dengan posisi geografisnya. Aliran gen yang terbatas dapat menyebabkan hubungan genetik yang tinggi antar populasi. Rendahnya HE di Simpang Gong menyebabkan populasi ini sangat diutamakan untuk dilestarikan; Air gantang dan Pelangas harus dirancang sebagai unit konservasi yang berbeda karena mengandung masing-masing memiliki alel privat yang berbeda.

Penulis: 
BBPPBPTH Yogyakarta
Sumber: 
Dinas Kehutanan