KPHP Gn. Duren Tanam 11.000 Bibit Kayu Putih di Batu Penyu

Gantung. Dinas Kehutanan Provinsi Kep. Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, salah satunya dengan melakukan program pemberian sekaligus penanaman bibit kayu putih di lahan kritis Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. (Selasa, 19/11/19)

Dilokasi ini Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, melalui UPTD KPHP Gn. Duren berkolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Kayu Puteh Desa Batu Penyu kembali menanam 11.000 bibit kayu putih dilahan seluas 10ha. Hal ini dilakukan agar proses rehabilitasi lahan kritis berhasil sekaligus menguntungkan bagi masyarakat desa setempat.

"Kegiatan ini adalah sebagai bentuk komitmen dan kepedulian kami terhadap lingkungan. Dengan menerapkan konsep agroforestry ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ujar Kepala UPTD KPHP Gn. Duren Nurdiansyah (Anca).

Untuk itu agar program ini dapat berjalan optimal dan berhasil kami akan memberikan pendampingan penyuluh kepada kelompok juga akan menganggarkan untuk biaya pemeliharaan,sehingga kedepannya program ini dapat menjadi program percontohan tempat guna dan dapat diikuti oleh kelompok" lain yang ada di Belitung Timur, katanya.

"Sehingga tidak hanya kelestarian lingkungan yang terjaga tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat desa setempat," tambah Nurdiansyah.

Nurdiansyah juga  berharap, program" seperti ini dapat berkelanjutan tidak hanya di desa Batu Penyu saja. Dimana peran penyuluh diharapkan dapat melihat dan membuat program di masing" wilayah binaannya agar dapat kegiatan seperti ini di ikuti oleh kelompok" tani hutan lain.

 

Sementara itu, Kepala  Desa Batu Penyu Fillipturi menyambut baik dan ucapan terimakasihnya kepada Dinas Kehutanan Provinsi yang telah melakukan penaman kembali hutan kritis, dan peduli terhadap lingkungan khususnya di desa Batu Penyu.

"Dengan adanya tanaman kayu putih ini, selain nanti diharapkan produksinya juga akan kita lakukan tumpang sari di sela-sela tanaman pokok seperti Jagung ataupun Serai Wangi." Program ini juga sangat sinkron dengan program desa, dimana nantinya di sekitar lahan penanaman ini akan di bangun kawasan agro wisata, tambah kades.

Diharapkan nantinya program ini dapat mendorong masyarakat untuk rajin menanam dan tidak lagi tergantung dengan tambang, tutup kades. (ds/kphp)

Sumber: 
Dinas Kehutanan
Penulis: 
SLAMET RIYANTO, S.Hut
Bidang Informasi: 
DINHUT