Paku Simpori

Selamat! Paku Simpori dan Bangunan Penurun Kadar Air Madu Masuk "Inovasi Teknologi Kehutanan Ramah Lingkungan"

Posted By Rizda 31 January 2017 - 11:45 am

BP2THHBK (Mataram, 27/01/2017)_Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan telah melakukan penilaian terhadap inovasi Balai Litbang Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (BP2THHBK). Hasilnya, Senin, 21 November 2016, dua inovasinya, paku simpori dan bangunan penurun kadar air madu dinyatakan masuk dalam Inovasi Teknologi Kehutanan Ramah Lingkungan. 

Bersamaan dengan itu, Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian LHK telah melakukan ujicoba terhadap dua inovasi tersebut disaksikan oleh Komite Teknis Teknologi Ramah Lingkungan.

Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan telah menyetujui kedua inovasi itu masuk inovasi teknologi ramah lingkungan dengan nomor registrasi: 015/TRL/Reg-1/KLHK dan berlaku selama 3 tahun. 

Paku simpori menjadi salah satu inovasi ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia, tidak memerlukan energi listrik, dapat dipakai berulang, operasional mudah dan aman. 

Menurut sang inovator paku simpori, Ir. Sentot Adi Sasmuko, M.Si, paku simpori berfungsi untuk mempercepat mendukung optimalisasi teknik bio-induksi dengan memasukkan isolat jamur fusarium atau inokulan stimulant gaharu pada batang pohon penghasil gaharu. 

Sementara bangunan penurun kadar air madu menjadi salah satu inovasi ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia, tidak mengeluarkan emisi, meminimalisasi kontaminan mikroba. 

Menurut sang inovator bangunan penurun kadar air madu, Dr. Saptadi Darmawan, bangunan ini berfungsi untuk menurunkan kandungan air pada madu dengan sistem dehumidifikasi. 

Untuk diketahui, Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan berasal dari berbagai instansi dan asosiasi terkait, yaitu Direktorat Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, KLHK; Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan, KLHK; Kamar Dagang dan Industri Indonesia; Ikatan Auditor Teknologi Indonesia; Kepala Balai Teknologi Pengolahan Air dan Limbah - BPPT; Asosiasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Indonesia; Asosiasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Indonesia; serta Asosiasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Indonesia.***AN

Sumber: 
http://www.forda-mof.org/berita/post/3385
Penulis: 
AN
Tags: 
Paku Simpori