RAPAT PEMBENTUKAN TIM PEMBINA TERHADAP PENANGKAR/PENGEDAR/PEDAGANG/LEMBAGA KONSERVASI/INSTANSI SATWA LIAR DI KOTA PANGKALPINANG

Pangkalpinang, Kamis 22 Mei 2017, dilaksanakan Rapat Pembentukan Tim Pembina Terhadap Penangkar/Pengedar/Pedagang/Lembaga Konservasi/Instansi Satwa Liar di Kota Pangkalpinang. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pembentukan TIM merupakan tindaklanjut dari Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor : 188.44/095/KPTS/DISHUT/2017 Tanggal 07 April 2017 tentang Penetapan Tim Pembina Terhadap Penangkar/Pengedar/Pedagang/Lembaga  Konservasi/Instansi  Satwa Liar di Kota Pangkalpinag.

Rapat dihadiri Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE, Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Rumpun Jabatan Fungsional Kehutanan yang terdiri dari Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan. Rapat juga mengundang pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam pembinaan satwa liar di Kota Pangkalpinang yang di wakili oleh M.Dedi Susanto selaku Kepala BKSDA Resort Bangka.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  Ir. Nazalyus, M.Si menyampaikan bahwa Kegiatan pembinaan terhadap penangkar/pengedar/pedagang/lembaga konservasi/instansi satwa liar merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan asset daerah Bangka Belitung yang perlu dijaga keberlanjutannya. Dan ini merupakan salah satu bentuk usaha dalam penyelamatan satwa-satwa liar di Bangka Belitung dari ancaman kepunahan”.  Juga disampaikan“agar penangkar/pengedar/lembaga konservasi/instansi satwa liar yang ada di Bangka Belitung yang belum memiliki izin agar dapat dibantu oleh Tim Pembina dalam pengurusan izin sehingga kegiatan yang dilaksanakan legal formalnya terpenuhi”, “sesuatu yang dilaksanakan dengan baik namun tidak memenuhi aturan yang berlaku maka akan tidak baik jadinya”.

Berdasarkan hasil rapat telah disetujui bahwa perlunya koordinasi antara Dinas Kehutanan dan BKSDA Resort Bangka agar harmonisasi dalam pembinaan terdapap penangkar/pengedar berjalan dengan baik. Dan inti dari rapat telah merumuskan TIM Pembina ini melibatkan seluruh jabatan fungsional kehutanan Dinas Kehutanandan BKSDA Resort Bangka, dengan pembagian 4 Tim Pembinaan sebagai berikut:

1.Tim Pembinaan dan pengawasan terhadap penangkar/pengedar/pedagang/lembaga konservasi/instansi satwa liar di Kota Pangkalpinang, sebagai Koordinator yaitu Fungsional Pengendali Eksositem Hutan dengan anggota : Penyuluh Kehutanan, Polisi Kehutandan BKSDA Resort Bangka.

2. Tim pendampingan dan penyuluhan terhadap penangkar /pengedar/pedagang/lembaga konservasi/instansi satwa liar di Kota Pangkalpinang, sebagai koordinator yaitu Fungsional Penyuluh Kehutanan dengan anggota : Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan dan BKSDA Resort Bangka.

3. Tim peningkatan kesadaran hokum terhadap penangkar/pengedar/pedagang/lembaga konservasi/instansi satwa liar di Kota Pangkalpinang, sebagaiKoordinatoryaitu Fungsional Polisi Kehutanan dengan anggota : Penyuluh Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan dan BKSDA Resort Bangka.

4. Tim Koordinasi antara Dinas Kehutanan dan BKSDA Resort Bangka dalam pembinaan penangkar /pengedar /pedagang /lembaga konservasi /instansi satwa liar di Kota Pangkalpinang, sebagai Koordinator yaitu BKSDA Resort Bangka dengan anggota : Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan.

Dengan terbentuknya 4 Tim Pembina terhadap penangkar/pengedar/pedagang/lembaga konservasi/instansisatwa liar di Kota Pangkalpinang, diharapakan akan memberikan dampak positif untuk penyelamatan dan keberlanjutan satwa liar endemik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salamlestari !!!

Sumber: 
Dinas Kehutanan
Penulis: 
Darmawan, Pengendali Ekosistem Hutan Muda
Editor: 
Slamet Riyanto
Tags: 
Satwa Liar