Sinergikan Program Konservasi Hutan, Dishut Pemprov Babel Adakan Rakor dengan Pengelola Hutan Konservasi dan Masyarakat

PANGKALPINANG -  Dalam rangka mendukung upaya suaka atau perlindungan jangka panjang terhadap ekosistem hutan,  hari ini selasa (20/10) bertempat di Hotel Cordela Pangkalpinang,  dinas kehutanan pemerintah provinsi kepulauan bangka belitung mengadakan rapat koordinasi konservasi sumber daya alam dan ekosistem.

Rapat siang itu dibuka oleh kepala dinas kehutanan pemprov kep. bangka belitung, Marwan.  Adapun rapat siang itu melibatkan unsur  para pengelola hutan konservasi baik dari unsur pemerintah  meliputi balai konservasi SDA Sumsel, balai pengamanan dan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan wilayah sumatera, balai karantina pertanian wilayah II pangkalpinang, lembaga konservasi Alobi Foundation dan jajaran dinas kehutanan pemprov babel juga melibatkan unsur masyarakat mencakup perwakilan desa atau kelurahan, perwakilan desa dan kecamatan, kelompok pecinta satwa serta pihak stakeholder akademisi dari universitas bangka belitung.

Melalui rakor ini, dijelaskan Marwan diharapkan para pengelola kawasan dan masyarakat  dapat memformulasikan serta menyusun langkah upaya antisipasi maupun penanganan atas potensi konflik yang terjadi dalam pemanfaatan hutan.

 “ tujuan rapat untuk menyamakan kesepahaman, meningkatkan kapasistas, menjalin sinergitas dan harmonisasi berbagai pihak guna mencari solusi penyelesaian konflik daalam pemanfaatan kawasan hutan dan ekosistem keanekaragaman yang ada dalam hutan yakni cagar alam dan suaka alam”, tutur Marwan.

Rakor siang ini, juga membahas perihal pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya sebagaimana diatur dalam UU No. 5 tahun 1990 Tentang konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya.

Sebagaimana diatur dalam PP No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa adalah upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah.

Menghindari jenis tumbuhan dan satwa dan bahaya kepunahan,  menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem yang ada; agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia secara berkelanjutan merupakan tujuan dari pelaksanaan pengawetan tumbuhan dan satwa sebagaimana telah diatur dalam PP  No 7 tahun 1999

 

Sumber: 
Dinas Kehutanan
Penulis: 
Anna Tiffanie
Fotografer: 
Anna Tiffanie
Bidang Informasi: 
DINHUT